Senin, 30 Juli 2012

STOP BULLYING

Sekolah merupakan tempat dimana anak didik atau perserta didik dibina oleh lingkungan sekolah untuk diajarkan tentang bagaimana menjaga sikap dan berprilaku baik selain memiliki pengetahuan yang luas.  ada tiga aspek dalam penilaian proses pembelajaran yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotorik.  aspek afektif berkaitan dengan sikap, aspek kognitif berkaitan dengan pengetahuan yang mereka miliki sedangkan aspek psikomotorik berkaitan dengan kreatifitas peserta didik.  Sekolah menjadi sarana orang tua selain dirumah untuk mendidik anaknya.  tetapi bagaiman kalau sekolah dijadikan atau merupakan pusat "BULLYING"?? Sungguh ironis bukan....
Banyak orang tua menaruh harapan yang besar kepada sekolah untuk mendidik anaknya menjadi pribadi yang berakhlak baik dan berpengetahuan yang luas, tetapi malah banyak anak yang menjadi korban bullying di sekolahnya. Orang tua mengantar anaknya dengan keadaan sehat tapi setelah pulang babak belur,  inilah potret pendidikan di negeri ini. 
Bullying adalah suatu tindakan yang tidak wajar dan agresif,  kepada orang lain yang lebih lemah.  Bullying bisa dalam berbagai bentuk yaitu verbal, fisik dan psikologis.  aspek fisik bullying seperti menjewe, mencubit, menjitak, menendang, mendorong, menyuruh berjemur dipanas atau hujan, menyuruh push up dan kekerasan fisik lainnya, peloncoan dan ospek.  Bullying dalam bentuk verbal seperti melecehkan, menfitnah, mengkritik tajam tentang penampilan, menjuluki, membentak-bentak dan menghina.  Sedangkan bullying berupa psikologis seperti merendahkan, kasar atau tidak sopan terhadap teman dan mempermalukan didepan umum.  Dan bullying dalam bentuk-bentuk seperti itu sering terjadi disekolah, bahkan terjadi pada saat MOS atau juga OSPEK. Banyak berita-berita ditelivisi, dan media cetak banyak siswa yang kena korban bullying pada saat MOS.  Bahkan diperguruan tinggi pun ada yang sampai meninggal akibat bullying. 
bagaimana kegiatan MOS/OSPEK menjadi sarang atau wadah terjadinya bullying?? karena pada saat itu dimana siswa baru atau mahasiswa baru diplonco habis-habisan oleh seniornya atau kakak tingkatnya, tidak ada ampun, bahkan menjadi suatu tradisi yang sulit dihilangkan.  Pada saat MOS/OSPEK kaka tingkat atau senior melakukan kekerasan fisik seperti meninju, menendang, melecehkan, meneriaki, menydutkan dan lain sebagainya, sehingga memebuat korban menjadi rendah diri atau tidak percaya diri. 
terjadinya bullying di sekolah itu karena regulasi di sekolah masih lemah dan terlihat seperti membiarkan.  dan tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada pelaku bullying.  Mereka melalukan bullying diseolah karena tradisi di sekolah tersebut, atau mereka mendapatkan perlakuan kasar dari orang tuanya.  biasanya orang yang melakukan bullying adalah orang yang ingin ngetop disekolah, ingin diperhatikan dan ingin merasa hebat dibandang oleh sesama teman sejenis atau lawan jenis untuk menarik perhatian.
sekolah harus membuang tradisi bullying disekolah pada saat MOS/OSPEK yaitu dengan memperketat regulasi, dan buat MOS/OSPEK menjadi nyaman, misalnya dijadikan sarana untuk mengenal lingkungan sekolah dan guru-guru.
Hentikan Bullying Sebelum Anak Anda Menjadi Korban

1 komentar:

  1. setuju..setuju.. stop bullying, bikin mental jadi drop. :3
    nah bagus nih kata-katanya kada disingkat, hehehe Lanjutkeeennn \^0^/

    BalasHapus